Selalu ada perjuangan hebat dibalik kemenangan besar. Sebelum Sekutu pada akhirnya merenggut kemenangan di Perang Dunia II, banyak nyawa yang menjadi korban, ribuan manusia seolah lawan, tangis dan kepedihan adalah teman. Inilah kisah nyata dari kemenangan besar Sekutu, dalam Fury.
April 1945, tentara Sekutu sedang berada di wilayah Nazi, Jerman. Mati-matian, mereka menyerang dan bertahan, siang dan malam. Korban kian banyak berjatuhan, baik dari Sekutu maupun Nazi. Don 'Wardaddy' Collier (Brad Pitt) adalah salah satunya. Ia bersama para awaknya yang setia, membuktikan nasionalisme mereka.
Wardaddy memiliki 3 orang awak hebat, dan mereka semua merupakan awak tank yang diberi julukan Fury. Boyd 'Bible' Swan (Shia LaBeouf), yang bertugas sebagai 'mata' dari tank, Grady 'Coon-Ass' Travis (Jon Bernthal), pengisi peluru meriam, dan Tini 'Gordo' Garcia (Michael Pena), seorang penembak disisi kiri tank. Wardaddy kekurangan seorang awak yang seharusnya menemani Gordo di sisi kanan tank.
Suatu ketika usai berperang, Wardaddy kembali ke markas Sekutu. Kapten Waggoner (Jason Isaacs) memerinahkan Wardaddy dan beberapa pasukan tank lainnya untuk menjemput pasukan Waggoner yang masih selamat dan kini berada di tengah medan perang.
Dan sebelum tank Fury berangkat, datanglah seorang juru tulis yang terpaksa harus terjun sebagai militer karena perintah atasannya, Ia adalah Norman Ellison (Logan Lerman). Wardaddy semula menolak Norman lantaran usianya yang masih muda, dan tidak adanya latar belakang militer. Namun apa daya, ia tetap membutuhkan penembak sisi kanan tank. Dan akhirnya dengan segala keterpaksaan, Norman pun berangkat dengan Wardaddy dan 4 tank lainnya.
5 tank, dan Fury berada di urutan kedua, berbaris berjalan menuju lokasi penyelamatan pasukan Kapten Waggoner. Setelah misi penyelamatan itu, 5 tank ini juga mendapat tugas untuk menjamah 'jantung'-nya Nazi melalui jalur pintas.
Namun sayang, belum juga sampai menuju lokasi penyelamatan pasukan Kapten Waggoner, tank yang memimpin barisan yang berada tepat di depan tank Fury milik Wardaddy, harus gugur karena serangan dari penduduk sipil setempat. Alhasil, Wardaddy kini menjadi pemimpin barisan tersebut.
Apakah Wardaddy berhasil membawa 3 tank lainnya menuntaskan misi mereka dan mengakhiri Perang Dunia II ini? Atau Fury justru akan gugur beserta awak-awaknya?
Inilah persembahan terbaru dari Columbia Pictures yang menjadi pilihan utama Anda mengunjungi bioskop. Mengapa? Selain karena kisah nyata yang terkandung dalam Fury, film ini juga digarap dengan begitu serius dan mengangkat sisi drama dari peperangan yang selama ini notabenenya hanya lekat dengan kekerasan dan kematian.
Memang, secara twist, Fury terkesan 'menyeret', namun hal itu justru membuat Anda akan dibawa semakin jauh kedalam kisahnya. Durasi pemutaran 134 menit tak akan terasa, karena meskipun tak banyak aksi tembak menembak, kejutan Fury diberikan lewat insiden-insiden, juga angle shot yang menawan.
Dan apalagi ketika mendengar nama Brad Pitt, Shia LeBeouf, dan Logan Lerman yang akan menjadi tombak dari Fury, Akting mereka tak usah diragukan lagi, terlebih dalam film ini, tak ada sisi gemerlap dan flamboyan seorang bintang film, yang ada hanya para tentara yang berada ditengah kegusaran di medan perang.
Disutradarai oleh David Ayer, Fury boleh jadi akan menjadi dalah satu film unggulan Holliwood. Hal ini juga terbukti dari bagusnya penilaian Fury di IMDb yang mendapat angka 8,4 dan diprediksi masih berpotensi untuk meningkat.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Sabtu, 10 Januari 2015
Review Film 7/24: Ujian Rumah Tangga di Kamar Rumah Sakit
Potret kehidupan keluarga masa kini terlihat dalam film 7/24. Bagaimana kesibukan sepasang suami istri dengan pekerjaan mereka masing-masing, dan bagaimana mereka mengatasi waktu-waktu saat mereka berjauhan.
Tania (Dian Sastrowardoyo) dan Tyo (Lukman Sardi) adalah sepasang suami istri sekaligus orangtua dari Ayla (Hadijah). Di sebuah rumah yang nyaman, mereka hidup bersma ibu dari Tania.
Tania, adalah seorang wanita karir yang bekerja di sebuah perusahaan financial bergengsi. Ia menjadi salah satu staff yang paling dipercaya oleh bosnya, Harris (Ari Wibowo). Sedangkan Tyo, merupakan seorang sutradara hebat dan handal yang jadwal pulang ke rumahnya tak pernah teratur.
Sedang mengerjakan sebuah proyek film, Tyo memforsir seluruh waktu dan tenaganya. Sampai akhirnya, ia harus terjatuh sakit dan menderita Hepatitis A. Hal ini membuat Tania lebih sibuk dari biasanya. Bangun pagi-pagi, ia harus menyiapkan segala keperluan anaknya untuk sekolah dan mengantarkannya ke sekolah, kemudian ia hrus pergi ke kantor, dan malam harinya setelah Ayla tertidur, ia harus menemani sang suami yang terbaring lemah di rumah sakit.
Nampaknya Tania juga lupa memperhatikan kesehatan tubuhnya, dan akhirnya ia pun mengikuti sang suami, jatuh sakit. Bedanya, Tania hanya gejala tifus, tidak separah sang suami. Dua orang dokter yang menangani mereka, dokter Hengky (Hengky Solaiman) dan dokter Verdi (Verdi Solaiman) pun memutuskan untuk menempatkan Tania di kamar yang sama dengan Tyo.
Sepasang suami istri, disaat yang bersamaan, jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan berada di kamar yang sama. Selama 7 hari 24 jam.
Film 7/24 dieksekusi berdasarkan naskah dari penulis Aku atau Dia (2010), Nataya Bagya. Dan memang benar, Nataya menciptakan karakter-karakter diluar pemeran utama yang juga mendukung kelucuan. Meski minor, namun detail. Sebut saja seperti dokter Hengky dan Verdi, yang merawat Tania dan Tyo. Pada film 7/24, mereka merupakan 'pasangan' dokter senior dan dokter junior, yang ternyata juga menjadi ayah dan anak. Selain lucu, keharmonisan juga ada di tengah-tengah mereka.
Selain itu apalagi kalau bukan kehadiran Dian Sastrowardoyo yang sudah tak terlihat di layar lebar selama enam tahun belakangan ini. Baik Dian maupun Lukman, rupanya sama-sama belum pernah membintangi film drama komedi, dan praktis, 7/24 menjadi debut keduanya.
Dan demi mengobati kerinduan para penggemar Dian Sastrowardoyo, Fajar Nugros selaku sutradara menampilkan banyak angel ekstrim, seperti close-up wajah dan ekspresi ekspresi konyol. Tak menutup, Dian juga akan memberikan sebuah adegan konyol yang tak pernah ada di film-filmnya terdahulu.
Humor ringan membawa tawaan, dan realistisnya film 7/24 adalah salah satu modal yang dapat dijual di film ini. Serangkaian adegan dan peristiwa yang terjadi dalam 7/24 dapat dicerna dan bahkan begitu memungkinkan untuk terjadi dalam kehidupan nyata Anda.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Tania (Dian Sastrowardoyo) dan Tyo (Lukman Sardi) adalah sepasang suami istri sekaligus orangtua dari Ayla (Hadijah). Di sebuah rumah yang nyaman, mereka hidup bersma ibu dari Tania.
Tania, adalah seorang wanita karir yang bekerja di sebuah perusahaan financial bergengsi. Ia menjadi salah satu staff yang paling dipercaya oleh bosnya, Harris (Ari Wibowo). Sedangkan Tyo, merupakan seorang sutradara hebat dan handal yang jadwal pulang ke rumahnya tak pernah teratur.
Sedang mengerjakan sebuah proyek film, Tyo memforsir seluruh waktu dan tenaganya. Sampai akhirnya, ia harus terjatuh sakit dan menderita Hepatitis A. Hal ini membuat Tania lebih sibuk dari biasanya. Bangun pagi-pagi, ia harus menyiapkan segala keperluan anaknya untuk sekolah dan mengantarkannya ke sekolah, kemudian ia hrus pergi ke kantor, dan malam harinya setelah Ayla tertidur, ia harus menemani sang suami yang terbaring lemah di rumah sakit.
Nampaknya Tania juga lupa memperhatikan kesehatan tubuhnya, dan akhirnya ia pun mengikuti sang suami, jatuh sakit. Bedanya, Tania hanya gejala tifus, tidak separah sang suami. Dua orang dokter yang menangani mereka, dokter Hengky (Hengky Solaiman) dan dokter Verdi (Verdi Solaiman) pun memutuskan untuk menempatkan Tania di kamar yang sama dengan Tyo.
Sepasang suami istri, disaat yang bersamaan, jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan berada di kamar yang sama. Selama 7 hari 24 jam.
Film 7/24 dieksekusi berdasarkan naskah dari penulis Aku atau Dia (2010), Nataya Bagya. Dan memang benar, Nataya menciptakan karakter-karakter diluar pemeran utama yang juga mendukung kelucuan. Meski minor, namun detail. Sebut saja seperti dokter Hengky dan Verdi, yang merawat Tania dan Tyo. Pada film 7/24, mereka merupakan 'pasangan' dokter senior dan dokter junior, yang ternyata juga menjadi ayah dan anak. Selain lucu, keharmonisan juga ada di tengah-tengah mereka.
Selain itu apalagi kalau bukan kehadiran Dian Sastrowardoyo yang sudah tak terlihat di layar lebar selama enam tahun belakangan ini. Baik Dian maupun Lukman, rupanya sama-sama belum pernah membintangi film drama komedi, dan praktis, 7/24 menjadi debut keduanya.
Dan demi mengobati kerinduan para penggemar Dian Sastrowardoyo, Fajar Nugros selaku sutradara menampilkan banyak angel ekstrim, seperti close-up wajah dan ekspresi ekspresi konyol. Tak menutup, Dian juga akan memberikan sebuah adegan konyol yang tak pernah ada di film-filmnya terdahulu.
Humor ringan membawa tawaan, dan realistisnya film 7/24 adalah salah satu modal yang dapat dijual di film ini. Serangkaian adegan dan peristiwa yang terjadi dalam 7/24 dapat dicerna dan bahkan begitu memungkinkan untuk terjadi dalam kehidupan nyata Anda.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Review Malam Minggu Miko Movie: Kesendirian Miko dan Kutukan Masa Lalunya
Kira-kira apa yang menyebabkan Miko selalu mengalami malam minggu yang kurang beruntung ya? Di Malam Minggu Miko Movie ini, Anda akan diajak berpetualang mencari penyebab kesialan yang mengakibatkan kejombloan Miko.
Seperti biasa, Miko (Raritya Dika) sedang melakukan pendekatan dengan seorang perempuan. Cantik tentu, Anna (Mentari De Marella) namanya. Dan seperti biasa juga, Miko selalu optimis, meskipun sudah mencium bau-bau penolakan.
Sebelum itu terjadi, dengan kebetulan, Ryan (Ryan Adriandhy) pun datang jauh-jauh dari petualangannya bersama ara nelayan untuk menjadi komedian. Ia mendapat petunjuk dari mimpi mengenai nasib sial Miko yang kesulitan mencari pacar.
Ryan pun mengingatkan Miko, kala mereka di bangku SMP, rupanya ada sebuah kutukan berbentuk tulisan yang tertulis di jas lab milik Miko. Tulisan tersebut mengatakan 'Nggak Akan Cinta-cintaan'. Menurut Ryan, hal inilah yang membuat Miko menjadi jomblo abadi.
Keduanya pun akhirnya bertindak. Miko dan Ryan mulai menelusuri siapa-siapa saja yang satu kelompok dengan Miko pada saat pelajaran biologi. Berpedoman dari buku tahunan SMP, dua manusia jomblo ini pun mulai menghubungi satu per satu teman SMP mereka.
Akankah Miko menemukan siapa yang menaruh kutukan tersebut padanya? Sekalipun berhasil ditemukan, bisakah kutukan itu dihapus?
Malam Minggu Miko Movie membawa kisah segar dari serial Malam Minggu Miko untuk ditonton jutaan mata. Lucu, sudah pasti. Mengocok perut,tak perlu diragukan. Raditya Dika yang diketahui berjiwa humor tinggi ini terlibat penuh sebagai sutradara, penulis naskah, juga aktor utama di dalamnya.
Dengan akur cerita yang sederhana, Malam Minggu Miko Movie tak akan menjemukan. Hal itu karena Radit masih menyisipkan kisah-kisah lain dari para karakter, seperti Dovi (Andovi da Lopez), dan Anca (Hadian Saputra) dengan perjalanan dan kekonyolan tersendiri< namun tetap menjadi bumbu yang manis.
Bagi yang belum tahu, Malam Minggu Miko Movie merupakan film keenam yang diangkat dari kreatifitas Radit, dan film pertama yang diangkat dari sebuah serial komedi.
Sedangkan lima film sebelumnya, Kambing jantan: The Movie (2009), Cinta Brontosaurus (2013), Cinta Dalam Kardus (2013), Manusia Setengah Salmon (2013), dan Marmut Merah Jambu (2014) diangkat berdasarkan novel laris yang juga ditulis oleh Radit.
Dan mengingat banyaknya penggemar Radit, tak mengherankan jika seluruh karya filmnya sangat diapresiasi dan laku keras di pasaran.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Seperti biasa, Miko (Raritya Dika) sedang melakukan pendekatan dengan seorang perempuan. Cantik tentu, Anna (Mentari De Marella) namanya. Dan seperti biasa juga, Miko selalu optimis, meskipun sudah mencium bau-bau penolakan.
Sebelum itu terjadi, dengan kebetulan, Ryan (Ryan Adriandhy) pun datang jauh-jauh dari petualangannya bersama ara nelayan untuk menjadi komedian. Ia mendapat petunjuk dari mimpi mengenai nasib sial Miko yang kesulitan mencari pacar.
Ryan pun mengingatkan Miko, kala mereka di bangku SMP, rupanya ada sebuah kutukan berbentuk tulisan yang tertulis di jas lab milik Miko. Tulisan tersebut mengatakan 'Nggak Akan Cinta-cintaan'. Menurut Ryan, hal inilah yang membuat Miko menjadi jomblo abadi.
Keduanya pun akhirnya bertindak. Miko dan Ryan mulai menelusuri siapa-siapa saja yang satu kelompok dengan Miko pada saat pelajaran biologi. Berpedoman dari buku tahunan SMP, dua manusia jomblo ini pun mulai menghubungi satu per satu teman SMP mereka.
Akankah Miko menemukan siapa yang menaruh kutukan tersebut padanya? Sekalipun berhasil ditemukan, bisakah kutukan itu dihapus?
Malam Minggu Miko Movie membawa kisah segar dari serial Malam Minggu Miko untuk ditonton jutaan mata. Lucu, sudah pasti. Mengocok perut,tak perlu diragukan. Raditya Dika yang diketahui berjiwa humor tinggi ini terlibat penuh sebagai sutradara, penulis naskah, juga aktor utama di dalamnya.
Dengan akur cerita yang sederhana, Malam Minggu Miko Movie tak akan menjemukan. Hal itu karena Radit masih menyisipkan kisah-kisah lain dari para karakter, seperti Dovi (Andovi da Lopez), dan Anca (Hadian Saputra) dengan perjalanan dan kekonyolan tersendiri< namun tetap menjadi bumbu yang manis.
Bagi yang belum tahu, Malam Minggu Miko Movie merupakan film keenam yang diangkat dari kreatifitas Radit, dan film pertama yang diangkat dari sebuah serial komedi.
Sedangkan lima film sebelumnya, Kambing jantan: The Movie (2009), Cinta Brontosaurus (2013), Cinta Dalam Kardus (2013), Manusia Setengah Salmon (2013), dan Marmut Merah Jambu (2014) diangkat berdasarkan novel laris yang juga ditulis oleh Radit.
Dan mengingat banyaknya penggemar Radit, tak mengherankan jika seluruh karya filmnya sangat diapresiasi dan laku keras di pasaran.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Review Film Merry Riana: Usaha Keras Dibalik Kesuksesan Merry Riana
Berjuang, berjuang, dan berjuang. Merry Riana tak pernah berhenti walau berkali-kali ia jatuh, berkali-kali ia mengalami penolakan, ia tetap bangkit, dan tetap berjuang. itulah kunci kesuksesannya.
Akibat kerusuhan pada tahun 1998, keluarga Merry Riana (Chelsea Islan) yang notabene keturunan Tiongkok, terpaksa harus melewati masa-masa pahit. Ayah Merry bangkrut dan terlilit hutang di sana-sini. Dan demi menyelamatkan sang putri, sang ayah akhirnya meminta Merry untuk pergi ke Singapura.
Bukan tanpa alasan, Merry diminta untuk menemui pamannya yang tinggal di Singapura, dan menetap disana hingga kerusuhan mereda, sementara keluarganya akan pindah ke Semarang, tempat sanak saudara lainnya.
Setibanya di Singapura, Merry langsung mendatangi tempat pamannya. Tapi apalah daya, ternyata sang paman sudah tidak tinggal di sana dan justru menyisakan hutang. Merry sebatang kara. Dengan bawaan seadanya, ia terluntang-lantung. Sampai akhirnya, Merry bertemu dengan Irene ( Kimberley Ryder), teman satu SMA-nya dulu.
Untuk sementara waktu, Merry diperbolehkan tinggal di asrama Irene. padahal, asrama tersebut tak memperbolehkan oknum luar menginap selain pelajar di kampusnya.
Alhasil, demi mendapatkan tempat tinggal sementara, Merry pun harus mendaftar sebagai mahasiswi di kampus tersebut. Namun karena tidak adanya uang, Merry disarankan untuk mengikuti program pinjaman untuk pelajar yang sudah termasuk didalamnya uang saku dan tempat tinggal. Dan untuk bisa mendaftar di program itu, Merry harus memiliki seorang penjamin yang setidaknya sudah dua tahun kuliah disana. Pada titik itulah Merry bertemu dengan Alva (Dion Wiyoko).
Tetapi pinjaman uang kuliah sebesar 40 ribu dolar Singapura bukanlah uang yang sedikit. Merry harus kerja keras membanting tulang demi mencukupi kehidupannya sehari-hari, karena uang saku dari program pinjaman pelajar tidak cukup, mengingat biaya hidup di Singapura cukup mahal.
Mampukah Merry bertahan hidup disana? Dan bagaimanakah Merry melunasi biaya pendidikannya sementara kedua orangtuanya telah bangkrut?
Pedih memang perjalanan Merry Riana demi mencapai kesuksesan. Tetapi akhirnya, hal itu sepadan dengan apa yang sudah ia raih saat ini. Banyak pelajaran dan hikmah yang pastinya dapat diambil dari film ini, salah satunya adalah kegigihan.
Film ini diangkat dari buku biografi Merry Riana yang mengisahkan perjalanan hidup Merry. Bagaimana ia menjadi korban kerusuhan dan 'hijrah' ke Singapura. Bagaimana ia bekerja menjadi sales, bagaimana ia hanya memakan roti besar yang keras untuk mengirit pengeluarannya, dan bagaimana ia ditipu saat hendak mulai menginvestasikan uangnya.
Tetapi dari semua itu, dari semua kegagalan tersebut, Merry Riana tetap bangkit dan selalu memiliki kekuatan untuk melihat lagi kesuksesan itu.
Apalagi naskah film Merry Rianya ini ditulis oleh Titien Wattimena. Dinamika film ini sangat variatif, dan dapat diambil dari segala sisi. Ceritanya ringan namun tetap menyentuh dengan elemen-elemen drama yang begitu kuat.
Ditambah lagi Merry Riana disempurnakan dengan soundtrack dari Marcell dan Andien, yang pastinya akan menjadi faktor pendukung Anda untuk menitikkan air mata karena haru.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Akibat kerusuhan pada tahun 1998, keluarga Merry Riana (Chelsea Islan) yang notabene keturunan Tiongkok, terpaksa harus melewati masa-masa pahit. Ayah Merry bangkrut dan terlilit hutang di sana-sini. Dan demi menyelamatkan sang putri, sang ayah akhirnya meminta Merry untuk pergi ke Singapura.
Bukan tanpa alasan, Merry diminta untuk menemui pamannya yang tinggal di Singapura, dan menetap disana hingga kerusuhan mereda, sementara keluarganya akan pindah ke Semarang, tempat sanak saudara lainnya.
Setibanya di Singapura, Merry langsung mendatangi tempat pamannya. Tapi apalah daya, ternyata sang paman sudah tidak tinggal di sana dan justru menyisakan hutang. Merry sebatang kara. Dengan bawaan seadanya, ia terluntang-lantung. Sampai akhirnya, Merry bertemu dengan Irene ( Kimberley Ryder), teman satu SMA-nya dulu.
Untuk sementara waktu, Merry diperbolehkan tinggal di asrama Irene. padahal, asrama tersebut tak memperbolehkan oknum luar menginap selain pelajar di kampusnya.
Alhasil, demi mendapatkan tempat tinggal sementara, Merry pun harus mendaftar sebagai mahasiswi di kampus tersebut. Namun karena tidak adanya uang, Merry disarankan untuk mengikuti program pinjaman untuk pelajar yang sudah termasuk didalamnya uang saku dan tempat tinggal. Dan untuk bisa mendaftar di program itu, Merry harus memiliki seorang penjamin yang setidaknya sudah dua tahun kuliah disana. Pada titik itulah Merry bertemu dengan Alva (Dion Wiyoko).
Tetapi pinjaman uang kuliah sebesar 40 ribu dolar Singapura bukanlah uang yang sedikit. Merry harus kerja keras membanting tulang demi mencukupi kehidupannya sehari-hari, karena uang saku dari program pinjaman pelajar tidak cukup, mengingat biaya hidup di Singapura cukup mahal.
Mampukah Merry bertahan hidup disana? Dan bagaimanakah Merry melunasi biaya pendidikannya sementara kedua orangtuanya telah bangkrut?
Pedih memang perjalanan Merry Riana demi mencapai kesuksesan. Tetapi akhirnya, hal itu sepadan dengan apa yang sudah ia raih saat ini. Banyak pelajaran dan hikmah yang pastinya dapat diambil dari film ini, salah satunya adalah kegigihan.
Film ini diangkat dari buku biografi Merry Riana yang mengisahkan perjalanan hidup Merry. Bagaimana ia menjadi korban kerusuhan dan 'hijrah' ke Singapura. Bagaimana ia bekerja menjadi sales, bagaimana ia hanya memakan roti besar yang keras untuk mengirit pengeluarannya, dan bagaimana ia ditipu saat hendak mulai menginvestasikan uangnya.
Tetapi dari semua itu, dari semua kegagalan tersebut, Merry Riana tetap bangkit dan selalu memiliki kekuatan untuk melihat lagi kesuksesan itu.
Apalagi naskah film Merry Rianya ini ditulis oleh Titien Wattimena. Dinamika film ini sangat variatif, dan dapat diambil dari segala sisi. Ceritanya ringan namun tetap menyentuh dengan elemen-elemen drama yang begitu kuat.
Ditambah lagi Merry Riana disempurnakan dengan soundtrack dari Marcell dan Andien, yang pastinya akan menjadi faktor pendukung Anda untuk menitikkan air mata karena haru.
Sumber: http://www.21cineplex.com/
Selasa, 09 Desember 2014
Tugas Ilmu Budaya Dasar V
SOAL
- Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan serta petunjuk hidup seseorang. Sebutkan macam-macam pandangan hidup.
- Menurut anda apa yang dimaksud dengan cita-cita, berikan contoh cita-cita yang anda inginkan dan bagaimana cara anda mewujudkan cita-cita anda, serta jabarkan usaha yang telah anda lakukan.
- Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab dan apa saja macam-macam kasus mengenai tanggung jawab, serta analisa kasus tersebut dengan teori yang ada.
JAWABAN
- Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam: (1) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya, (2) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut, (3) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
- Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian orang yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Cita-cita yang saya inginkan adalah menjadi manusia yang sukses dan berguna di masyarakat luas, dapat membahagiakan kedua orang tua di masa tua mereka, dan mendapatkan tempat di sisi Allah bila saya sudah tiada. Cara saya yang pertama dalam mewujudkan cita-cita adalah dengan mematuhi perintah dan nasihat kedua orang tua saya terlebih dahulu, karena menurut saya kata kata perintah atau nasihat dari mereka mempunyai tujuan yang baik untuk saya kedepannya. Yang kedua adalah mengimprovisasi diri dari kritikan orang-orang yang ada di sekitar kita, karena dengan mengimprovisasi diri kita yang tadinya tidak baik akan menjadi baik dan akan lebih baik lagi. Usaha yang telah saya lakukan diantaranya adalah dengan giat belajar, bersyukur dan berdoa kepada Allah untuk dipermudah mendapatkan cita citanya, dan masih banyak lagi.
- Tanggung jawab adalah suatu pengertian dasar untuk memahami manusia sebagai makhluk susila, dan tinggi rendahnya akhlak yang dimilikinya. Salah satu contoh kasus adalah tanggung jawab sebagai warga negara, baik sebagai pemikul jabatan pemerintah maupun kewajiban rakyat. Seorang pejabat negara bertanggungjawab kepada instansi dan tugas-tugas yang diberikan kepadanya selaku pejabat. Sedangkan seorang warga biasa, seseorang bertanggungjawab kepada negara, misalnya membayar pajak dan mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan dalam peraturan-peraturan tertentu. Sebagai contoh, di negara demokrasi, kepala pemerintahan bertanggung jawab kepada parlemen dan rakyatnya sesuai undang-undang.
URL Studentsite Gunadarma: http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/default/index
Jumat, 14 November 2014
Tugas Ilmu Budaya Dasar IV
SOAL
Kegelisahan menggambarkan seseorang yang tidak tentram hatinya maupun perbuatannya. Kegelisahan bisa terlihat dari tingkah laku atau gerak gerik dalam situasi tertentu, sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal tersebut adalah akibat dari suatu ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.
- Apa yang dimaksud dengan keterasingan dan kesepian?
- Apa sebab-sebab dari kesepian?
- Apa yang menjadi harapan kalian dari kuliah?
- Bagaimana cara anda mewujudkan harapan tersebut dan berikan apa yang menjadi perbedaan cara anda dengan orang lain dalam mewujudkan harapan tersebut.
- Jelaskan mengenai hirarki kebutuhan maslow
JAWABAN
- Keterasingan berasal dari kata "asing" yang menurut kamus bahasa Indonesia adalah (1) aneh; tidak biasa: hal itu sangat -- bagiku; (2) belum biasa; kaku: bagiku masih terasa -- kalau bergaul dengan mereka; (3) datang dari luar (negeri, daerah, lingkungan): Pulau Bali banyak dikunjungi wisatawan --; (4) tersendiri; terpisah sendiri; terpencil: ia merasa -- di daerah yang baru itu; (5) lain; berlainan; berbeda. Sedangkan kesepian berasal dari kata "sepi" yang artinya adalah (1) sunyi; lenggang: duduk di tempat yang --; (2) tidak ada orang (kendaraan dsb); tidak banyak tamu (pembeli dsb); tidak ada kegiatan; tidak ada apa-apa; tidak ramai: sudah sepekan ini pasar karet --; negeri itu sudah --; (3) dianggap tidak ada apa-apa; tidak dihiraukan sama sekali: -- dari (gangguan, bahaya, dsb), tidak ada atau terlepas dari (gangguan, bahaya, dsb)
- Ada empat penyebab dasar dari kesepian. Penyebab pertama adalah transisi kehidupan. Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian. Penyebab kedua adalah keterpisahan. ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman dekat, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer, atau alasan lainnya) itu dapat menyebabkan kesepian. Apalagi mereka yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat. Penyebab ketiga adalah direndahkan/dipermalukan. Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan. Penyebab keempat penolakan. kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak bisa diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.
- Harapan saya dari kuliah adalah menjadi orang yang berguna di masyarakat banyak dan dapat memperdalam bidang studi yang saya ambil di jurusan manajemen.
- Bersosialisasi dengan bijak dan giat belajar serta melakukan penemuan-penemuan baru sebagai bekal setelah jenjang kuliah. Perbedaan saya dengan cara orang lain dalam mewujudkan harapan tersebut adalah saya melakukannya dengan cara saya sendiri, karena setiap orang pasti mempunyai caranya masing masing dalam mewujudkan harapan tersebut.
- Teori hirarki kebutuhan maslow adalah teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.
URL Studentsite Gunadarma: http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/default/index
Sabtu, 08 November 2014
Tugas Ilmu Budaya Dasar III
- Apa yang dimaksud dengan nilai etik dan estetik?
- Keindahan seperti apa yang pernah anda buat sebagai karya anda?
- Berikan sebuah contoh kasus mengenai keindahan sebuah tempat yang pernah anda kunjungi di Indonesia dan berikan alasannya.
JAWABAN
- Nilai etik adalah nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh, misal kejujuran; nilai yang berhubungan dengan akhlak; nilai yang berkaitan dengan benar atau salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat. Nilai estetik adalah nilai yang berdasar pada keindahan.
- Salah satunya adalah membuang sampah pada tempatnya. Walaupun membuang sampah pada tempatnya bukanlah sebuah karya, tetapi kegiatan tersebut cukup untuk membuat keindahan pada suatu tempat.
- Contoh kasus tempat indah yang pernah saya kunjungi di Indonesia salah satunya adalah Pulau Karimun Jawa. Alasannya karena kehidupan disana masih cukup asri. Tidak seperti perkotaan yang dipenuhi polusi, disana masih sedikitnya kendaraan bermotor yang mengakibatkan rendahnya polusi. Jarangnya sampah sampah yang berserakan dan pemandangan yang indah untuk dikunjungi. Berikut foto-foto keindahan Pulau Karimun Jawa:
URL studentsite Gunadarma: http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/default/index
Langganan:
Postingan (Atom)
Poster Bola Ubi Lumer
Gambar ini dapat dilihat di instagram: https://www.instagram.com/p/Bc9N6dIBLcVpJNNXB6q5nitGlyXSIrGaQF6eNc0/
-
Gambar ini dapat dilihat di instagram: https://www.instagram.com/p/Bc9N6dIBLcVpJNNXB6q5nitGlyXSIrGaQF6eNc0/
-
PROPOSAL BISNIS “BOLA UBI LUMER” KEWIRAUSAHAAN Dosen : Fani Yulia Rosyada Di susun oleh : Ergi Putra Motiva ...
